28 Apr

Kursus Balet Terbaik di Sekitar Serpong

Mengikutsertakan anak dalam kursus balet merupakan salah satu cara untuk menghindarkan anak dari kegiatan negatif yang kurang bermanfaat. Sebab pergaulan anak-anak jaman sekarang telah dicemari oleh banyak sekali pengaruh negatif terutama dari sosial media. Oleh karena itu, mendaftarkan anak ikut kelas balet merupakan solusi yang cukup baik.

Balet sendiri di Indonesia meski cukup populer, belum terlalu menarik minat dari berbagai kalangan masyarakat. Hanya dari kalangan tertentu yang menganggap bahwa balet itu layak untuk dipelajari, apalagi untuk anak usia dini. Ini disebabkan karena pengetahuan masyarakat tentang balet belum terlalu terbuka, masih banyak yang menganggap jika balet merupakan kesenian yang ‘eksklusif’.

Padahal jika dibilang mahal sebenarnya tidak juga, ya kita katakan relatif lah. Sebab memang tenaga pengajar yang masih sangat sedikit jumlahnya di Indonesia ini. Padahal jika para pengajar mau memasyarakatkan balet, mungkin bisa saja mereka tidak terlalu memasang harga yang terlalu mahal. Dan lagipula, balet tidak membutuhkan terlalu banyak perlengkapan bukan?

Apa Sebenarnya Balet Itu?

Meskipun sepintas kita tahu apa itu balet, bukan berarti kita paham tentang apa itu balet. Secara harfiah, Balet adalah sebuah seni tari yang menggunakan ciri khas kostum, gerakan langkah, musik, serta panggung yang di atur sedemikian rupa sehingga dapat menggugah imajinasi para penonton.

Tarian balet itu sendiri pada awalnya lahir di Italia, namun perkembangannya memang cukup pesat di Perancis. Terhitung sampai saat ini, balet telah berusia 400 tahun lebih dan juga telah mengalami banyak penyesuaian. Untuk jenisnya sendiri, balet memiliki beberapa macam, mulai dari solo (sendirian), tarian dua orang, maupun tarian grup yang tergabung dalam satu corps de ballet.

Untuk dapat melakukan gerakan tarian balet ini ternyata tidak mudah dan diperlukan latihan khusus. Sebab tarian balet menuntut kelenturan organ tubuh serta kelincahan gerakan kita. Meski begitu, cukup banyak orang yang tertarik untuk mempelajari tarian balet. Karena selain bermanfaat bagi kesehatan, mempelajari tari balet ternyata juga sangat menyenangkan.

Manfaat Balet Bagi Psikologis Anak

  • Melatih emosi anak
    Gerakan pada tarian balet yang sangat lambat dan harus dilakukan dengan penuh perasaan membuat penari balet harus sabat atau pandai dalam mengendalikan emosinya ketika melakukan setiap gerakan tersebut.
  • Melatih interaksi dan sosialisasi
    Melatih anak untuk berinteraksi ini sangatlah penting sebab dengan terbiasa bertemu dengan orang lain. Anak akan lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru ataupun orang baru yang akan ditemuinya.
  • Melatih kerjasama
    Di dalam proses kerjasama tersebutlah anak-anak yang bermain balet harus melatih menjaga ego mereka agar mereka tidak menonjolkan kehebatan masing-masing tapi harus menjadi satu kesatuan dengan penari balet lainnya.
  • Melatih konsentrasi anak
    Dalam melakukan setiap gerakan dalam balet, para penari balet harus berkonsentrasi agar gerakan yang dilakukannya benar dan sempurna. Kebiasaan berkonsentrasi ini tentu akan membuat anak terbiasa untuk berkonsentrasi dalam hal lain, belajar misalnya.
  • Meningkatkan daya ingat
    Dengan banyaknya gerakan pada balet tersebut, tentu saja anak-anak harus berlatih untuk mengingat gerakan apa saja yang harus mereka lakukan. Dan hasilnya ialah daya ingat pada anak akan jauh lebih baik.
  • Melatih kepercayaan diri
    Dalam balet, anak akan dilatih bagaimana ia harus terbiasa menjadi pusat perhatian di atas panggung tanpa harus malu atau pun canggung. Maka dari itu, anak yang ikut balet akan terlatih menjadi seseorang yang berani tampil dihadapan banyak orang.
22 Mar

Cegah Diskalkulia Bersama YXGK Serpong

Cara menangani diskalkulia

Ketidakmampuan seorang anak untuk memahami pelajaran Matematika disebabkan oleh banyak faktor. Dari mulai lemahnya daya tangkap hingga penyampaian dari sang pengajar yang kurang bisa menarik perhatian sang anak. Terlepas dari itu, ternyata ada hal lain yang bisa menyebabkan anak lemah terhadap pelajaran matematika.

Kesulitan yang dialami oleh sang anak ini kerap disebut Diskalkulia. Diskalkulia atau Dyscalculia ini merupakan semacam gangguan yang biasa menyerang anak-anak. Bagi para penderita diskalkulia biasanya memiliki kesulitan dalam memahami konsep berhitung yang ada pada pelajaran matematika.

Meskipun termasuk kedalam gangguan yang kerap dialami sejak lahir/menurun, bukan berarti diskalkulia tidak bisa dicegah/disembuhkan. Jaman sekarang sudah banyak para orang tua yang berhasil menyembuhakan anaknya dari diskalkulia dan berbagi pengalaman mereka di internet. Jadi tidak perlu khawatir jika anak anda mengidap diskalkulia.

Waspada Gejala Diskalkulia

Diskalkulia memiliki beberapa gejala

Diskalkulia memiliki beberapa gejala

Diskalkulia merupakan sebuah penyakit mental. Dan seperti selayaknya penyakit pada umumnya, Diskalkulia pun memiliki gejala. Namun tidak seperti penyakit yang menyerang fisik, tanda atau gejala yang ada pada pengidap Diskalkulia agak sulit terlihat jika tidak dilakukan pengamatan secara mendalam.

Oleh karena itu bagi anda yang memiliki anak, keponakan atau siapapun kenalan anda yang masih dalam usia kanak-kanak sebaiknya perhatikan gejala-gejala ini. Berikut adalah gejala yang ada pada penderita Diskalkulia:

  • Proses penglihatan atau visual lemah dan bermasalah dengan spasial. Dia juga kesulitan memasukkan angka-angka pada kolom yang tepat.
  • Kesulitan dalam mengurutkan, misalkan saat diminta menyebutkan urutan angka. Kebingungan menentukan sisi kiri dan kanan, serta disorientasi waktu.
  • Bingung membedakan dua angka yang bentuknya hampir sama,misalkan angka 7 dan 9, atau angka 3 dan 8.
  • Beberapa anak juga ada yang kesulitan menggunakan kalkulator.
  • Umumnya anak-anak diskalkulia memiliki kemampuan bahasa yang normal (baik verbal, membaca, menulis atau mengingat kalimat yang tertulis).
  • Kesulitan memahami konsep waktu dan arah.Akibatnya,sering kali mereka datang terlambat ke sekolah atau ke suatu acara.
  • Salah dalam mengingat atau menyebutkan kembali nama orang.
  • Memberikan jawaban yang berubah-ubah (inkonsisten) saat diberi pertanyaan penjumlahan, pengurangan, perkalian atau pembagian.
  • Terkadang dia cemas ketika harus bertransaksi yang melibatkan uang (misalkan di kasir).
  • Kesulitan membaca angka-angka pada jam, atau dalam menentukan letak seperti lokasi sebuah negara, kota, jalan dan sebagainya.
  • Sulit memahami not-not dalam pelajaran musik atau kesulitan dalam memainkan alat musik.
  • Koordinasi gerak tubuhnya juga buruk, misalkan saat diminta mengikuti gerakan-gerakan dalam aerobik dan menari.

Tips Menangani Diskalkulia Oleh YXGK Serpong

Cara menangani diskalkulia

Cara menangani diskalkulia

Diskalkulia bukanlah kutukan seumur hidup. Gangguan belajar (learning disorder) ini bisa ditangguli  dengan menerapkan beberapa hal. Berikut adalah cara menangani diskalkulia:

  • Lebih banyak menggunakan contoh yang konkrit dalam kehidupan sehari-hari guna membantu anak lebih mudah memahami konsep-konsep yang ada dalam suatu soal matematika.
  • Gunakan media belajar yang menarik seperti gambar, kartu, grafik dan sejenisnya. Dengan menggunakan ini maka interpretasi terhadap soal menjadi lebih mudah.
  • Beri tanggapan atau komentar positif, dan jangan pernah mengatakan hal-hal bernuansa negatif terhadap matematika. Ini akan membuat alam bawah sadar penderita jadi menerima akan konsep matematika.
  • Rutin berlatih atau menerapkan konsep tersebut. Biar pun sebentar namun melakukannya setiap hari secara rutin.
  • Bantu dalam mempelajari dan memahami simbol-simol yang ada pada soal matematika. Berikan analogi dengan kehidupan sehari-hari.
  • Jangan malu untuk meminta bantuan guru dalam hal remediasi/perbaikan nilai sehingga anak jadi bisa menilai dimana salah nya mereka.