22 Mar

Cegah Diskalkulia Bersama YXGK Serpong

Cara menangani diskalkulia

Ketidakmampuan seorang anak untuk memahami pelajaran Matematika disebabkan oleh banyak faktor. Dari mulai lemahnya daya tangkap hingga penyampaian dari sang pengajar yang kurang bisa menarik perhatian sang anak. Terlepas dari itu, ternyata ada hal lain yang bisa menyebabkan anak lemah terhadap pelajaran matematika.

Kesulitan yang dialami oleh sang anak ini kerap disebut Diskalkulia. Diskalkulia atau Dyscalculia ini merupakan semacam gangguan yang biasa menyerang anak-anak. Bagi para penderita diskalkulia biasanya memiliki kesulitan dalam memahami konsep berhitung yang ada pada pelajaran matematika.

Meskipun termasuk kedalam gangguan yang kerap dialami sejak lahir/menurun, bukan berarti diskalkulia tidak bisa dicegah/disembuhkan. Jaman sekarang sudah banyak para orang tua yang berhasil menyembuhakan anaknya dari diskalkulia dan berbagi pengalaman mereka di internet. Jadi tidak perlu khawatir jika anak anda mengidap diskalkulia.

Waspada Gejala Diskalkulia

Diskalkulia memiliki beberapa gejala

Diskalkulia memiliki beberapa gejala

Diskalkulia merupakan sebuah penyakit mental. Dan seperti selayaknya penyakit pada umumnya, Diskalkulia pun memiliki gejala. Namun tidak seperti penyakit yang menyerang fisik, tanda atau gejala yang ada pada pengidap Diskalkulia agak sulit terlihat jika tidak dilakukan pengamatan secara mendalam.

Oleh karena itu bagi anda yang memiliki anak, keponakan atau siapapun kenalan anda yang masih dalam usia kanak-kanak sebaiknya perhatikan gejala-gejala ini. Berikut adalah gejala yang ada pada penderita Diskalkulia:

  • Proses penglihatan atau visual lemah dan bermasalah dengan spasial. Dia juga kesulitan memasukkan angka-angka pada kolom yang tepat.
  • Kesulitan dalam mengurutkan, misalkan saat diminta menyebutkan urutan angka. Kebingungan menentukan sisi kiri dan kanan, serta disorientasi waktu.
  • Bingung membedakan dua angka yang bentuknya hampir sama,misalkan angka 7 dan 9, atau angka 3 dan 8.
  • Beberapa anak juga ada yang kesulitan menggunakan kalkulator.
  • Umumnya anak-anak diskalkulia memiliki kemampuan bahasa yang normal (baik verbal, membaca, menulis atau mengingat kalimat yang tertulis).
  • Kesulitan memahami konsep waktu dan arah.Akibatnya,sering kali mereka datang terlambat ke sekolah atau ke suatu acara.
  • Salah dalam mengingat atau menyebutkan kembali nama orang.
  • Memberikan jawaban yang berubah-ubah (inkonsisten) saat diberi pertanyaan penjumlahan, pengurangan, perkalian atau pembagian.
  • Terkadang dia cemas ketika harus bertransaksi yang melibatkan uang (misalkan di kasir).
  • Kesulitan membaca angka-angka pada jam, atau dalam menentukan letak seperti lokasi sebuah negara, kota, jalan dan sebagainya.
  • Sulit memahami not-not dalam pelajaran musik atau kesulitan dalam memainkan alat musik.
  • Koordinasi gerak tubuhnya juga buruk, misalkan saat diminta mengikuti gerakan-gerakan dalam aerobik dan menari.

Tips Menangani Diskalkulia Oleh YXGK Serpong

Cara menangani diskalkulia

Cara menangani diskalkulia

Diskalkulia bukanlah kutukan seumur hidup. Gangguan belajar (learning disorder) ini bisa ditangguli  dengan menerapkan beberapa hal. Berikut adalah cara menangani diskalkulia:

  • Lebih banyak menggunakan contoh yang konkrit dalam kehidupan sehari-hari guna membantu anak lebih mudah memahami konsep-konsep yang ada dalam suatu soal matematika.
  • Gunakan media belajar yang menarik seperti gambar, kartu, grafik dan sejenisnya. Dengan menggunakan ini maka interpretasi terhadap soal menjadi lebih mudah.
  • Beri tanggapan atau komentar positif, dan jangan pernah mengatakan hal-hal bernuansa negatif terhadap matematika. Ini akan membuat alam bawah sadar penderita jadi menerima akan konsep matematika.
  • Rutin berlatih atau menerapkan konsep tersebut. Biar pun sebentar namun melakukannya setiap hari secara rutin.
  • Bantu dalam mempelajari dan memahami simbol-simol yang ada pada soal matematika. Berikan analogi dengan kehidupan sehari-hari.
  • Jangan malu untuk meminta bantuan guru dalam hal remediasi/perbaikan nilai sehingga anak jadi bisa menilai dimana salah nya mereka.